Kamis 12 Mei 2022- PSGAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mengadakan acara FGD Gender dan Anak dengan tema Generalized Anxiety Disorder pada Perempuan dan Anak. Acara yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 rektorat UIN Saayid Ali Rahmatullah Tulungagung ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai lembaga mitra terkait. Beberapa di antaranya adalah perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan dinas KBPPA Tulungagung.

Menurut Winny Isnaini sebagai narasumber, Generalized Anxiety Disorder sebenarnya terjadi secara umum pada manusia dalam situasi-situasi tertentu. Namun dapat juga terjadi akibat dari abuse atau trauma yang dialami oleh anak dan perempuan, sehingga memiliki kecemasan berlebih. Winny juga mengatakan bahwa resiko GAD lebih rentan dialami oleh perempuan, dan diskriminasi (pada perempuan da anak) dapat beresiko meningkatkan depresi. Pada level tertentu, GAD akan sangat berdampak buruk bagi kesehatan, oleh sebab itu perempuan yang mengalami GAD perlu pendampingan.

Menurutnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak GAD pada perempuan dan anak. Di antaranya adalah dengan berhenti melakukan diskriminasi pada perempuan dan anak, good parenting di lingkungan keluarga, menciptakan lingkungan sosial yang ramah perempuan dan anak, serta memperhatikan “hak khusus” seorang perempuan karena kodratnya.

Sementara itu, Prof. Elfi Muawanah merumuskan beberapa pola pendampingan pada GAD. Dia mengatakan pendampingan pada GAD bisa melalui Praent-school/organization partnership, Selfcounseling, Teknik fading, Emotional Freedom Technique dan yang tidak kalah penting adalah terapi spiritual. Menurutnya terapi spiritual menjadi sangat penting dan bisa sangat efektiv untuk mengurangi dampak GAD. Prof. Elfi juga menyampaikan pentingnya pendampingan bagi sesorang yang mengalami dampak GAD. Jangan biarkan mereka yang terdampak GAD justru lebih suka mengekspos masalah-masalahnya di media sosial yang sebenarny tidak memberikan solusi.

Kepala Pusat Studi Gender, Anak dan Diffable UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Dr. Sulistyorini, M.Ag. menyampaikan bahwa PSGAD siap menjadi mitra dan bekerja sama dengan lembaga mitra terkait, dalam rangka pendampingan GAD. Beliau juga berharap bahwa satu care benar-benar bisa dimaksimalkan untuk berbagai kegiatan positif, terkhusus yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Khusus bagi penyandang diffable, LP2M UIN Sayyid Ali rahmatullah juga sudah membentuk lembaga PLD (Pusat Layanan diffable). Lembaga ini didirikan untuk memberikan layanan konsultasi, akademik & non-akademik dengan mengadopsi prinsip kesertaraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Saturday, May 28, 2022