Masyarakat Trenggalek Menggelar Tradisi Magengan.
(Foto: Dokumen)

KKN MDB 2022 – Minggu  27 Maret 2022 Kelompok KKN MDB (Membangun Desa Berkelanjutan) UIN SATU Tulungagung berkolaborasi dengan panitia magengan show 2022 yang diselenggarakan di halaman rumah Kepala Desa Jajar, Kec. Gandusari, Kab. Trenggalek.  Acara Megengan Show dihadiri oleh seluruh warga desa Jajar dan tamu undangan yang terdiri dari Bupati Trenggalek, masyarakat desa Jajar, pemuda, dan juga jajaran pemerintah Desa Jajar. Tidak lupa seluruh anggota kelompok KKN MDB UIN SATU Tulungagung turut memeriahkan acara Megengan Show.

Mbah Ime—Sapaan akrab kepala desa Jajar menjelaskan maksud diselenggarakannya kegiatan Megengan Show adalah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan cita-cita menyatukan budaya Jawa dengan agama Islam. Seperti yang dikatakan oleh dalang Brian bahwa budaya tanpa agama itu buta begitupun sebaliknya, agama tanpa budaya itu tuli. diadakannya Magengan  Show guna untuk menyambut bulan suci ramadhan dengan dimeriahkan dari berbagai penampilan. Selanjutnya di lanjutkan dengan penyerahan secara simbolik bibit tanaman guna sebagai penghijauan.

Masyarakat Trenggalek menggelar tradisi magengan.
(Foto: Dokumen)

Megengan sudah menjadi tradisi turun temurun dari masyarakat Jawa. Menurut masyarakat jawa, magengan sebagai wujud syukur dalam menyambut bulan suci Ramadhan, di Desa Jajar dikemas dengan penamaan magengan show. Pada pelaksanaannya, acara ini disambut dengan antusias oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Didalamnya terdapat berbagai rangkaian kegiatan mulai dari penampilan Khanza Mafia diiringi Tari Sufi, sambutan-sambutan yang bersangkutan, penyerahan simbolis bibit pohon, Dialog Budaya oleh KH. Teguh, Festival ambengan, seni salalahuk, hingga berbagai tampilan tari seperti Tiban, Cande Ayu dan ditutup dengan pagelaran wayang.

Dalam proses menjaga kelestariannya, di Jawa tradisi megengan diartikan sebagai menahan, sedangkan dalam konteks bulan Ramadhan berarti menahan hawa nafsu. Desa Jajar melestarikan tradisi megengan dengan konsep yang unik. Memadukan budaya tradisional dan modern untuk menarik perhartian dari segala elemen masyarakat. Di Desa Jajar cara melestarikan budaya ini dengan mengadakan acara Megengan Show yang sudah berkembang sejak lalu. Ditandai dengan pembacaan shalawat Salalahuk atau shalawat yang dilantunkan setelah shalat terawih.

“Mari kita semua sama-sama berusaha istiqomah melestarikan tradisi magengan sebelum memasuki Ramadhan sebagai bukti menyambut bulan Ramadhan dan semoga apa yang didalam riwayat Rasulullah, benar-benar kita semua tidak tersentuh dengan api neraka, karena kita semua bahagia menyambut adanya bulan Ramadhan,” Tutur Bupati Trenggalek Nur Arifin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Monday, Jun 27, 2022