Sukowiyono, Karangrejo- Desa Sukowiyono, Karangrejo, Tulungagung merupakan suatu desa yang cukup luas akan suasana yang asri dan damai, masyarakat yang ramah, serta susunan berdesanya yang tertata dengan baik dengan diiringi sebuah BUMN berupa koperasi dan puskesdas.

Di sela keasrian desa Sukowiyono, beberapa anak rakyat desa Sukowiyono rata-rata ialah seoarang anak yang yatim. Ada seorang anak yang umurnya kisaran umur 12 tahun dia sudah kehilangan salah satu orang tuanya. Padahal kisaran umur seperti itu masih memerlukan kasih sayang yang utuh, dari kedua orang tuanya.

Dengan meninggalnya salah satu orang tua, tentu kasih sayang mereka akan berkurang, dengan begitu kita sebagai seorang muslim haruslah menyayangi dan mengasihi anak yatim dan piatu. Dijelakan didalam H.R Bukhari, Rasulullah Saw. bersabda “Kedudukanku dan orang-orang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim di Surga seperti ini.” (beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya).

Melihat kondisi yang terlintas dari anak Yatim rakyat desa Sukowiyono, KKN VDR 082 mengadakan sebuah kegiatan yaitu kegiatan “Santunan Anak Yatim”. Yang tepat diadakan pada tanggal Sabtu, 27 Februari 2020. Kegiatan dimulai pada pagi hari pukul 08.30 WIB-selesai.

Kegiatan “Santunan Anak Yatim” ini dilakukan dengan cara pemberian barang atau bahan makanan serta masker yang diberikan kepada anak Yatim, mulai dari umur 3 tahun sampai umur 14 tahun dari jumlah anak yang mendapat bingkisan berjumlah 19 anak yatim, anak laki-laki sebanyak 10 anak dan anak perempuan sebanyak 9 anak. Pembagian untuk “Santunan Anak Yatim” dibagi menjadi empat tempat sesuai dengan dusunnya. Seperti, Dsn. Bodowaluh, Dsn. Tamanan, Dsn. Bujet, dan Dsn. Karangsono.

Dengan penjabaran di Dsn. Bodowaluh terdapat 4 anak, Dsn. Tamanan terdapat 4 anak, Dsn. Bujet terdapat 7 anak, serta Dsn. Karangsono terdapat 4 anak. Semua itu telah diatur dan dirinci sesuai dengan data anak Yatim yang terdapat di Kator Desa.

Dengan kegiatan seperti ini kami KKN VDR 082 berharap bisa menyambung silaturahmi antar sesama masyarakat, membantu meringankan beban seorang Ibu dari anak tersebut Yatim, dapat membantu kebutuhan anak Yatim tersebut, menciptakan jiwa kemanusiaan yang tinggi, serta menjadi subjek utama bahwa kepedulian sosial antar sesama itu penting entah dalam bentuk apapun.

Karena pada dasarnya manusia ialah makhluk social sehingga tidak akan terlepas dari manusia yang satu dengan yang lain. Dengan begitu kehidupan akan menjadi rukun, damai, dan tentram. Untuk mengakhiri sebuah berita ini saya selaku penulis mempunyai sebuah kata-kata “bahwasanya bersatu dalam kebaikan ialah bentuk pedoman”. [Ririn Arlida Dewi Agustin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, May 15, 2021