Tulungagung, Selasa 24 November 2020 LP2M IAIN Tulungagung kedatangan 5 orang tamu dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 5 orang tersebut merupakan pengurus dari LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pukul 10.00 WIB mereka datang dan disambut hangat oleh Ketua LP2M, Kapus Pengabdian, Kapus Penelitian, Kapus PSGA dan Crew LP2M. Kedatangan mereka bertujuan untuk study banding kepada LP2M IAIN Tulungagung. Mereka ingin mengetahui bagaimana teknis pelaksanaan KKN yang dilaksanakan oleh LP2M IAIN Tulungagung. Salah satu pengurus LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Abtokhi mengatakan bahwa, “Selama ini kami melihat LP2M IAIN Tulungagung melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat dengan sangat baik sekali, terbukti dengan beberapa kali meraih penghargaan di tingkat nasional”.

Apa yang disampaikan Abtokhi memang benar, April 2019 lalu LP2M IAIN Tulungagung mendapat penghargaan sebagai Pengelola KKN Revolusi Mental Terbaik dan selanjutnya pada November 2019 LP2M IAIN Tulungagung menyabet penghargaan Publiklasi Terbaik KKN-RM Kemenko PMK.

LP2M IAIN Tulungagung menjadi jujugan oleh LP2M-LP2M dari kampus lain, sudah sebulan ini ada 2 kampus yang bersilaturrahim ke LP2M IAIN Tulungagung. Hal itu disampaikan oleh Ngainun Naim, selaku ketua LP2M IAIN Tulungagung, “Kemarin sebelum kawan-kawan dari UIN Malang ke sini, ada kawan-kawan dari IAIN Surakarta yang juga ngangsu kaweruh ke sini, mereka belajar tentang teknis penerbitan dan juga Online Book System (OBS).”

Dalam kegiatan ini, Naim menyampaikan terkait dengan sistem aplikasi (Sipinmas) yang mengelola dan menyimpan data base dosen IAIN Tulungagung mulai dari HKI, laporan pengabdian, jurnal yang pernah diterbitkan dosen, buku karya dosen dan lain sebagainya. Juga disampaikan bagaimana bentuk tugas akhir mahasiswa yang melaksanakan pengabdian (KKN), yaitu penulisan buku Ber-ISBN. Ini salah satu yang menjadi ketertarikan dari Syaiful Mustofa, pengurus LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pengabdian sendiri menjadi konsen para pengurus LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, karena Kepala Pusat Pengabdiannya baru saja dibentuk. Kepala Pusat Pengabdian IAIN Tulungagung menyampaikan kepada reporter, “Jadi, selama ini yang ada di LP2M UIN Malang hanya Ketua dan Sekretarisnya ditambah dengan staf-staf yang lain, Kapus Pengabdiannya baru saja dibentuk”.

Di sela-sela diskusi Naim menyampaikan keproduktivitasan dosen IAIN Tulungagung di masa pandemi, yaitu menghasilkan 5 buku antologi yang diterbitkan dengan biaya mandiri dari dosen itu sendiri. Selama 2 jam diskusi berjalan menarik. Syaiful menyampaikan di akhir diskusi, “Terima kasih banyak kepada Ketua LP2M dan seluruh Kapus atas jamuan dan berbagi ilmunya kepada kami, semoga IAIN yang sebenarnya sudah menjadi UIN ini semakin berkembang.”

Tepat pukul 12.30 WIB mereka berpamitan. Sebagai kenang-kenangan Ketua LP2M menghadiahkan beberapa buku hasil karya antologi dosen IAIN Tulungagung yang ditulis di masa pandemi. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Sep 21, 2021