Refleksi KKN Virtual dari Rumah IAIN Tulungagung

Oleh : Dr. Ngainun Naim, M.H.I

Pandemi karena Covid-19 telah merubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat, termasuk perubahan dalam pelaksanaan KKN. Pelaksanaan KKN secara berkelompok di lokasi tertentu tidak mungkin lagi untuk dilaksanakan. Model KKN yang dikembangkan oleh LP2M IAIN Tulungagung sekarang ini adalah KKN VDR (Kuliah Kerja Nyata Virtual Dari Rumah).

Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Bapak Rektor IAIN Tulungagung, Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag., pada saat memberikan pengarahan dalam “Pembekalan DPL dan Peserta KKN VDR Tahun 2020” via Zoom pada Jumat, 10 Juli 2020. Pertama, KKN sekarang ini menyesuaikan dengan keadaan.

Beliau menyampaikan bahwa sangat mungkin KKN berikutnya tetap KKN VDR karena belum ada yang bisa memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Jika memang kondisinya semacam itu maka KKN VDR menjadi pilihan.

Kedua, beliau menegaskan agar diupayakan betul agar kualitas kegiatan KKN VDR ini sama dengan KKN lapangan. Karena itu perlu komitmen semuanya untuk selalu meningkatkan fungsi-fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Karena itu peserta KKN VDR haruss berkiprah di masyarakat.

Memang dari sisi pelaksanaan KKN kali ini tidak seintens KKN di lapangan. Karena itu Bapak Rektor meminta dilakukan pengawasan dan evaluasi secara virtual. Aspek ini lebih mudah untuk dilakukan karena melacak jejak secara digital sekarang ini lebih mudah untuk dilakukan. Basisnya adalah lokasi tempat mahasiswa yang melaksanakan KKN bermukim.

Mahasiswa yang ikut KKN kali ini mungkin tidak perlu untuk melakukan adaptasi lagi sebagaimana KKN sebelum pandemi. Ada dua kemungkinan dalam kondisi yang semacam ini, yaitu sungkan sehingga kerja KKN tidak bisa berjalan secara maksimal atau sebaliknya, menjadi bersemangat sehingga kegiatan pengabdian berjalan secara maksimal. Bapak Rektor mengingatkan kepada para mahasiswa agar berlaku sebagai mahasiswa, bukan sebagai warga masyarakat.

Meskipun ketika KKN partisipannya adalah famili dan tetangga dekat, tetapi mahasiswa yang sedang KKN harus bersikap sebagai mahasiswa IAIN Tulungagung yang harus mengabdi. Ini KKN IAIN Tulungagung, bukan KKN di desa. Karena itulah mahasiswa langsung pada aksi tanpa perlu adaptasi.

Aspek yang penting adalah bagaimana partisipasi sosial di dalam berbagai persoalan menjadi sebuah kekuatan. Apalagi sekarang masa pandemi sehingga banyak persoalan yang membutuhkan aksi-aksi sosial secara fisikal dan ide.

Bapak Rektor memberikan contoh tentang fenomena yang penting untuk dicermati dalam pelaksanaan KKN ini. Pandemi sekarang berpengaruh terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Mahasiswa KKN bisa memberikan pemahaman yang tengah mengalami perubahan. Mahasiswa bisa bersosialisasi tentang apa yang menjadi seremoni. Intinya adalah harus ada “tata pola, budaya, kehidupan baru”. Ini tugas menselaraskan perubahan menjadi kesiapan masyarakat dalam menghadapi perubahan yang ada.

Ketiga, pada KKN VDR kali ini mahasiswa harus betul-betul berubah cara berpikirnya, dari cara berpikir tatap muka yang mengandalkan penuh dosen menjadi cara berpikir dan belajar secara mandiri, individual, dan sosial. Ilmu mahasiswa sekarang ini berangkat dari bacaan, baik bacaan sosial, budaya, buku, dan seterusnya.

Mungkin KKN VDR menjadi tidak terlalu menarik karena yang menarik adalah kebersamaan ketika berkumpul dan berkegiatan bersama. Karena Bapak Rektor meminta mahasiswa untuk konsentrasi penuh dalam usaha membangkitkan kembali masyarakat yang mengalami penurunan dalam lkehidupan sosial ekonomi akibat pandemi.

Keempat, mahasiswa seharusnya menjadi contoh dalam situasi pandemi: harus menggunakan protokol kesehatan. Sosialisasi dengan menjadi contoh. Pada aspek ekonomi memang terjadi penurunan yang luar biasa. Bagaimana membangkitkan ekonomi desa? Ini merupakan kewajiban moral.

Pada BUMD, misalnya, ada sektor pemetaan kekuatan ekonomi pedesaan. Diharapkan akan ada banyak data potensi desa. Berapa jumlah kolam ikan, dan sebagainya. Ini adalah untuk kebangkitan ekonomi umat—jawaban penting akibat dari pandemi.

Pada akhir sambutan Bapak Rektor berpesan kepada mahasiswa adalah ketika KKN bukan sebagai warga masyarakat tetapi sebagai mahasiswa IAIN Tulungagung yang sedang KKN. Karena dokumentasikan hasil KKN apa pun bentuknya: imaje, gambar, video, atau apa saja. Kita akan pilih yang terbaik akan kita publikasikan agar memberikan manfaat secara luas.

Tulungagung, 10 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Oct 24, 2020