SIDOMULYO, Bakung – Dalam menindak lanjuti perihal pemanfaatan limbah bathok kelapa, tim Divisi Ekonomi Posko 2 KKN Sidomulyo IAIN Tulungagung 2020 melaksanakan rembug warga bersama ibu-ibu di Dusun Kalimeneng Desa Sidomulyo pada hari sabtu, tanggal 25 Januari 2020. Rembug warga ini dilaksanakan bersamaan dengan arisan rutinan ibu-ibu Desa Sidomulyo yang bertempat di kediaman Ketua RT 1 yang bernama Bapak Lasto. Dalam rembug warga ini, tim Divisi Ekonomi melakukan sosialisasi tentang pemanfaatan limbah bathok kelapa.

Seperti yang kita ketahu bahwa, Desa Sidomulyo memiliki potensi kelapa yang amat luar biasa. Potensi tersebut berbanding lurus dengan limbah bathok kelapa yang juga berlimpah. Akan tetapi, limbah tersebut masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga Desa Sidomulyo. Maka dari itu, tim Divisi Ekonomi berinisiasi untuk memanfaatkan limbah bathok kelapa tersebut. Richo Aditya, selaku koordinator Divisi Ekonomi menjelaskan kepada ibu-ibu, bahwa bathok kelapa tersebut bisa dijual kepada para pengrajin bathok kelapa.

Tim Divisi Ekonomi melaksanakan rembug warga membahas tentang pemanfaatan limbah bathok kelapa.

“Sebenarnya bathok kelapa tersebut bisa dimanfaatkan buk, daripada bathok kelapa tersebut dibuang cuma-cuma atau hanya dibakar, bisa dijual untuk meningkatkan ekonomi” Tutur Richo.

Penjualan bathok kelapa tersebut bisa didistribusikan kepada pihak pengrajin “Coco Art” yang berlokasi di Desa Tanjungsari Kota Blitar. Dari Penjualan bathok kelapa bisa dimanfaatkan menjadi berbagai macam kerajinan, seperti: centhong, cangkir, tas, gantunga kunci, dll.

“Bathok kelapa yang masih mentah yang bisa digunakan atau dijual ialah bathok kelapa yang terbelah menjadi 2 bagian atau 4 bagian. 1kg bathok kelapa mentah setara dengan 4 sampai 5 bagian bathok kelapa yg terbelah menjadi 2 bagian, yg dihargai Rp 1.200 – Rp 1.500”

Dari rembug warga ini tanggapan warga menuai respon bermacam-macam, ada pro dan kontra. Ibu-ibu yang setuju berpendapat bahwa gagasan ini membawa manfaat untuk mensejahterkan warga di Desa Sidomulyo, dimana bathok kelapa tersebut menghasilkan pundi-pundi rupiah yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari. Sedangkan ada pula ibu-ibu yang berpendapat kurang setuju dikarenakan kelapa yang mereka miliki, memiliki ukuran bathok kelapa yang kecil, sehingga bathok kelapa tersebut tidak bisa dimanfaatkan.

Tim Divisi Ekonomi juga menyampaikan bahwasannya dari bathok kelapa yang masih mentah tersebut tidak bisa dijadikan patokan dalam penghasilan tetap. Untuk selanjutnya Tim Divisi Ekonomi akan membawa sampel yang telah dikumpulkan dari ibu-ibu tersebut untuk di bawa ke pihak pengrajin bathok kelapa “Coco Art”

(Atalariq Rachman Ardiansyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Oct 24, 2020