GANDUSARI, GANDUSARI – Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung di Desa Gandusari melakukan penelusuran di beberapa potensi desa. Salah satunya ada produksi pot sepet di Desa Gandusari milik Bapak Mujiono sudah bisa dijadikan matapencaharian utama.  Awal mula dibuatnya pot sepet ini karena Bapak Mujiono ingin memanfaatkan sepet yang biasanya dibuang dapat menjadi barang berguna.

Pot sepet ini ada berbagai bentuk dan ukuran, yang pertama bentuk gantung lancip bawah, ada bentuk rata bawah, ada juga yang digantung bersusun tiga, masing-masing bentuk diameternya berbeda-beda Mengapa dibuat dengan berbagai macam bentuk?  Karena minat tiap daerah terhadap bentuk pot sepet ini berbeda-beda. Seperti di daerah kediri lebih suka bentuk pot sepet gantung lancip berdiameter kecil.

Tempat produksi ada di rumah Bapak Mujiono sendiri dengan tiga orang karyawan. Bahan dan alat yang dibutuhkan antara lain serabut sepet, mesin untuk memilin, alat cetak, jarum,  benang khusus yang digunakan untuk mengikat pilinan sepet.

Pembuatan pot sepet ini dimulai dengan membuat pilinan serabut sepet dengan mesin yang dibuat sendiri oleh Bapak Mujiono, langkah selanjutnya mencetak pot sepetnya dengan melingkarkan pilinan serabut ke alat cetak dan diikat dengan benang.

Penjualan pot sepet ini sudah meluas ke beberapa kota diantaranya Blitar, Kediri,  Tulungagung, Pasuruan dan beberapa kota lainnya. Jadi produksi pot sepet ini bisa dikatakan sukses dan sangat menghasilkan untuk dijadikan pekerjaan utama. (Irma Budi, Novi Ayu. Gandusari 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Saturday, May 28, 2022