SOSO, GANDUSARI — Selasa, 21 Januari 2020, KKN IAIN TULUNGAGUNG dari Devisi Ekonomi  yang berjumlahkan 4 orang beserta teman-teman lainnya berkunjung ke Produksi Batik Percik Disabilitas yang ada di dusun Maguan. Di dusun Maguan ini masyarakat disabilitas kurang lebih berjumlah sebanyak 10 orang yang ada di KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) “Harapan Makmur” dan ada sekitar 3 orang yang selalu aktif dalam menuangkan idenya pada batik percik ini. Harapan dengan adanya batik percik, masyarakat disabilitas yang ada di dusun Maguan dapat menuangkan bakatnya dalam membatik sehingga dapat menghasilkan sebuah karya dengan keterbatasan yang mereka punya. Produksi batik percik ini didirikan untuk membantu masyarakat disabilitas guna membantu perekonomiannya.

KSM ( Kelompok Swadaya Masyarakat ) “Harapan Makmur” asal mulanya didirikan pada tahun 2018. Produksi Batik Percik Disabilitas yang ada di dusun Maguan, bertempat di kediaman Bapak Sucipto dan Ibu Binti. Sebelum dijalankannya produksi batik percik ini, para pendamping diberikan pelatihan khusus. Pada pembuatan batik percik ini sebenarnya tidak memiliki motif khusus, sehingga para masyarakat disabilitas bisa menuangkan ide mereka melalui suatu karya yang dapat di nikmati oleh semua masyarakat serta memiliki nilai jual.

Dalam pembuatan Batik Percik Disabilitas ini tidak membutuhkan alat yang terlalu banyak. Biasanya mereka hanya menggunakan kuas cat sebagai alat utamanya. Dan terkadang ada beberapa motif yang dikombinasi dengan beberapa alat sederhana lainnya seperti garpu, sendok, dan alat tulis untuk membatik, sehingga bisa menghasilkan motif batik yang unik.

Untuk proses pembuatannya hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 hari. Pada tahap pertama, kain dasar di warna sesuai dengan pesanan dan di jemur sampai kering, setelah kering kain tersebut barulah di batik. Pada tahap ini motif didapat dari lilin yang di percikkan menggunakan kuas dan alat lainnya. Kemudian motif batik ini di blok menggunakan warna hitam dan di jemur, setelah kering kain di beri cairan water glass. Selanjutnya proses terakhir yaitu perebusan kain untuk menghilangkan lilin pada kain tersebut dan kemudian di jemur.

Untuk pemasaran Batik Percik Disabilitas, melalui media sosial seperti Instagram, Website, dan mengikuti berbagai macam pameran di Kota Blitar dan sekitarnya. Dengan berdirinya KSM “Harapan Makmur” masyarakat sekitar sangat bangga karena bisa memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat disabilitas.

( Devisi Ekonomi SOSO 1 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Nov 30, 2021