SIDOMULYO, BAKUNG – Seperti yang kita tahu bahwa Desa Sidomulyo memiliki potensi kelapa yang besar. Hal ini berimbas kepada limbah kelapa yang berlimpah juga. Namun, limbah tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal oleh Warga Sidomulyo. Inilah yang melatar belakangi tim Divisi Ekonomi untuk membuat gagasan dalam memanfaatkan limbah kelapa. Limbah kelapa tersebut antara lain: batok kelapa, sabut kelapa, daun kelapa kering (blarak), dll. Tim Divisi Ekonomi memilih limbah batok kelapa untuk dimanfaatkan menjadi bahan kerajinan.

Hari Senin, tanggal 20 Januari 2020, Tim Divisi Ekonomi mendatangi salah satu pengrajin batok kelapa di Blitar Kota, tepatnya di Desa Tanjungsari. Nama usaha kerajinan batok kelapa ini adalah “Coco Art” yang dimiliki oleh Bapak Ismarofi. Bapak Ismarofi mendirikan kerajinan batok ini mulai tahun 2009. Batok kelapa ini disulap oleh Bapak Ismarofi menjadi berbagai pernak-pernik hiasan, seperti: gantungan kunci, gayung, cangkir, dan lain-lain.

Bapak Ismarofi belajar secara otodidak untuk merubah limbah kelapa tersebut menjadi barang yang memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Beliau memiliki kios sendiri di daerah sekitar Makam Bung Karno

“Saya memiliki kios sendiri di sekitar Makam Bung Karno, jadi setelah produksi selesai langsung saya distribusikan ke kios itu” kata Bapak Ismarofi.

Contoh kerajinan yang ada di “Coco Art”

Selain memiliki kios sendiri di daerah sekitar Makam Bung Karno, Pak Ismarofi juga menjual souvenirnya tersebut hingga ke Pulau Bali. Beliau berpendapat bahwa Pulau Bali merupakan destinasi yang pas untuk barang souvenir, dikarenakan banyaknya turis-turis mancanegara yang datang setiap harinya, sehingga menjadi ladang keuntungan bagi Pak Ismarofi. Inilah yang menjadi alasan Pak Ismarofi untuk membawa produknya hingga ke Pulau Dewata.

“Saya juga menjual produk saya ke Pulau Dewata, karena disana kan banyak turis-turis yang datang jadi bisa terjual banyak disana” ujar Pak Ismarofi.

Dari data yang diperoleh di lapangan, selanjutnya akan dilakukan kajian ulang oleh tim Divisi Ekonomi untuk ditindak lanjuti mengenai limbah batok kelapa tersebut. Batok kelapa yang tidak terpakai dan menumpuk di Desa Sidomulyo ini berpeluang menjadi pundi-pundi penghasilan bagi warga Sidomulyo, khususnya di Dusun Kalimeneng. Kami kelompok Posko 2 KKN IAIN Tulungagung Desa Sidomulyo tahun 2020, berharap bisa menjadi katalisator, atau penghubung bagi pengrajin dan warga Dusun Kalimeneng, Sidomulyo.

(Atalariq Rachman Ardiansyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Nov 30, 2021