BLITAR Bumirejo, Kesamben – Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (posyandu) itu kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Jadi, posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat dibidang kesehatan dengan penanggung jawab kepala desa.

Posyandu dimulai terutama untuk melayani balita (imunisasi, timbang berat badan) dan orang lanjut usia (posyandu lansia), dan akhir melalui suatu surat keputusan bersama antara menteri dalam negeri RI (Mendagri), Menteri kesehatan (Menkes) RI, kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan ketua Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dicanangkan pada sekitar tahun 1986.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) IAIN Tulungagung Bumirejo posko 2 adalah pendampingan posyandu oleh devisi kesehatan. Adapun tujuan posyandu yaitu menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), menambah asupan gizi dan vitamin yang diperlukan oleh balita, memberikan penyuluhan tentang asupan gizi serta cara pemberian ASI yang baik serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB. Beberapa kegiatan utama pada posyandu adalah KIA, KB, Imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare.

Kegiatan posyandu balita diadakan di PONKESDES (Pondok Kesehatan Desa) dusun Bumirejo, hari selasa tanggal 16 januari 2020. Kegiatan posyandu dimulai pada pukul 09.00 WIB. Balita yang mengikuti posyandu berjumlah sekitar 40 anak. Bidan yang bertugas adalah Ibu Lilik Puji Astuti, S.Tr.Keb dan terdapat beberapa kader posyandu yang membantu dalam proses posyandu.

Kegiatan posyandu ini diawali dengan penimbangan balita, mengukur tinggi badan, kemudian menyerahkan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang mana didalam buku ini berisi catatan kesehatan ibu (hamil, bersalin dan nifas) dan anak (bayi baru lahir sampai anak usia 5 tahun) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak.

Kemudian diberi PMT (Pemberian Makanan Tambahan) makanan yang diberikan meliputi bubur kacang hijau dan juga biskuit balita.

Selanjutnya, bidan Lilik Puji Astuti, S.Tr.Keb, juga memberikan penyuluhan untuk ibu dan anak mengenai tumbuh kembang anak dengan mensosialisasikan buku KIA, yang mana didalamnya terdapat cara merawat bayi mulai dari lahir.

Seorang ibu wajib mengecek kondisi anak mulai dari kepala yang meliputi lingkar kepala dan untuk kepala tidak boleh di tekan-tekan karena kepala bayi akan berkembang sendiri seiring berjalannya usia. Kemudian memeriksa bagian telinga, telinga anak harus sering dibersihkan agar tidak menyumbat saluran pendengaran. Kemudian berlanjut ke hidung, rongga mulut, dada dan perut, alat kelamin, lengan dan kaki.

Selain itu terdapat penyampaian mengenai gizi anak untuk tumbuh kembang. Seorang anak membutuhkan sebuah rangsangan seperti bermain yang mana tujuannya agar anak tidak mudah lupa, dan juga tes buta warna untuk menghindarkan anak dari buta warna sejak dini. (Desy Ro’izatul Azizah-Bumirejo-Posko 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Dec 5, 2020