SURABAYA – Tiga puluh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung bersama mahasiswa dari 15 perguruan tinggi negeri (PTN) lain yang ada di Jawa Timur mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Brantas Tuntas. KKN tersebut terlaksana berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Timur.

Memulai kegianan KKN tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama rektor dan perwakilan 16 PTN tersebut melepas total 250 mahasiswa di Gedung Grahadi pada Kamis (26/12/2019).

Dalam sambutannya Khofifah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Jawa Timur bersama 16 PTN di Jawa Timur dalam rangka menjaga ekosistem sungai. Pasalnya masih banyak masyarakat yang kurang menyadari akan pentingnya sungai untuk keberlangsungan hidup. Dapat diketahui sungai berantas menjadi jujukan utama masyarakat dalam pembuangan sampah khususya sampah popok bayi.

Mengingat hal tersebut Khofifah menyatakan jika pembuangan popok bayi ke sungai menjadi masalah cukup serius dan segera diambil tindakan dan ketegasan. Tidak hanya pemerintah Provinsi Jawa Timur saja melainkan permasalahan ini menjadi tanggung jawab bersama. Dan diharapkan kolaborasi Pemprov Jatim dengan 16 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut dapat berkontribusi untuk memberi solusi atas permasalahan sepanjang aliran Sungai Brantas.

“Maka dari itu KKN ini bertajuk KKN Brantas Tuntas yang artinya menuntaskan segala permasalahan terhadap pencemaran lingkungan sungai brantas.” kata Khofifah.

Kegiatan pelepasan KKN ini diisi juga dengan sholawat yang disenandungkan oleh beberapa santri disempurnakan dengan santunan anak yatim yang diberikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur. Selain itu juga dilakukan penandatangan MoU oleh Gubernur Jawa Timur dan Para Rektor maupun yang mewakili dari setiap PTN yang hadir dalam acara tersebut. Setelah sambutan-sambutan dan pelepasan secara simbolis kepada mahasiswa dan pemakaian produk popok kain agar ramah lingkungan oleh ibu muslimat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Tulungagung, Ngainun Na’im yang hadir dalam acara pelepasan tersebut seusai acara mengatakan, bahwa dari kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat ikut serta dalam penuntasan permasalahan yang ada di bantaran sungai Brantas. Dengan adanya pelaksanaan KKN harapannya sungai brantas terlihat bersih, sehat dan akan banyak habitat yang terus berkembang dengan baik, tidak adanya ikan ikan yang mengambang mati disungai.

“Ini salah satu kesempatan kita untuk mengambil peran kongkrit dalam menjaga kelestarian lingkungan. Jadi saya harapkan para mahasiswa IAIN Tulungagung serius dalam berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.” kata Ngainun Na’im yang merupakan salah satu penulis terproduktif di IAIN Tulungagung.

Selain mengikuti kegiatan, Na’im juga berharap, agar para mahasiswa yang ikut KKN Brantas Tuntas untuk tidak lupa menulis apapun tentang kegiatan mereka dalam KKN tersebut. Sehingga apa yang mereka kerjakan bisa tertuang dalam tulisan yang nantinya juga bisa bermanfaat bagi para pembaca tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, koordinator KKN Unair Eko Supeno mengatakan bahwa di Jawa Timur ada 21 PTN dan yang sudah bergabung 16 PTN. Program ini adalah jawaban dari perguruan tinggi atas permasalahan Brantas. Ada tiga tujuan KKN Brantas ini, mahasiswa siap menjadi duta lingkungan untuk di jadikan sungai Jawa Timur menjadi lebih baik. Kedua tujuannya mahasiswa siap untuk menjadi bagian dari pengedukasi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai wilayah Brantas dari hulu sampai hilir. Dan ketiga mahasiswa siap untuk menjadi bagian dalam basis ekonomi yang ada di Jawa timur.

“Kemudian Di luar kegiatan utama KKN, setiap perguruan tinggi juga akan melakukan kegiatan bakti keilmuan masing-masing kampus.” kata Eko. (sin/humasiainta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Wednesday, Jan 29, 2020