Hari Jum’at (25/10/2019) membawa hidayah bagi ibu Ervina (31) asal Kota Blitar ini.   Usai menunaikan ibadah Shalat Jum’at Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, kedatangan perwakilan dari Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Perempuan Tulungagung Bapak Dedi, meminta bantuan Rektor, Prof. Dr. Maftukhin, M.Ag. untuk membimbing ibu Ervina untuk berpindah Agama Islam yang semula beragama Kristen. Pada akhirnya Rektor, Prof. Maftukhin, memberikan tugas ini kepada Pusat Studi Gender Dan Anak (PSGA), dengan di bantu oleh Dr. Teguh, M.Ag. (Plt. Ma’had IAIN Tulungaung) membimbing ibu Ervina melafalkan kedua kalimah sahadat.

Dedi, perwakilan dari lapas perempuan, mengatakan, “berkat bantuan pihak PSGA Kampus IAIN Tulungagung yang setiap seminggu sekali mengisi materi penyuluhan keagamaan di LAPAS laki-laki dan perempuan, menjadikan ibu Ervina memilih dengan sadar kalau masih ada yang menggajal dihatinya selama ini, dan pada akhirnya memilih masuk Islam”.

Ibu Ervina sudah lama mengikuti penyuluhan keagamaan yang diberikan oleh PSGA IAIN Tulunggung, dan aktif menanggapi persoalan-persoalan keagamaan yang dipaparkan pihak yang sudah diberikan tugas penyuluhan di LAPAS oleh PSGA. Ujar Ibu Sulistyorini (Ka. PSGA)

Tambahnya, menanggapi fenomena ini Jumat siang di kampus IAIN Tulungagung, Ibu Sulis Menyatakan, “bahwa Ibu Ervina sebelumnya sudah pernah beragama Islam, baru sesudah menikah ibu Ervina berpindah agama Kristen mengikuti Agama yang dianut suaminya”.

Ibu Ervina benar- benar sadar akan pilihanya, dan dari pihak keluarganya juga mendukung ibu Ervina untuk memeluk agama Islam lagi. Pihak keluarga besar sangat bersyukur atas kembalinya ibu Ervina kembali lagi ke agamanya semula.

“Sebelumnya saya pernah memeluk agama Islam karena pilihan saya mengikuti agama suami saya, maka saya memilih memeluk agama Kristen. Lama berkeluarga saya di karunia 3(TIGA) orang anak, tetapi karena suatu masalah saya bercerai dengan suami saya. Dan setelah bercerai saya terlibat dengan kasus narkoba yang pada akhirnya menyeret saya ke LAPAS Tulungagung ini,” Kata Ervina.

Program pengabdian Penyuluhan Keagamaan yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) membuat banyak pencerahan Rohani dan warna pengetahuan baru bagi penghuni LAPAS Tulungagung. Meskipun dilakukan hanya seminggu sekali, tetapi sudah cukup membantu dan banyak menularkan manfaat bagi perkembangan nalar fikir dan persaan penghuni LAPAS.

Ibu ervina menyampaikan, “kehadiran pihak IAIN Tulungungung di LAPAS sangat membantu saya dan teman-teman lainnya di LAPAS, banyak materi-materi yang membuat kami tersentuh dan sadar, bahwa apa selama ini kami lakukan banyak merugikan orang lain terutama keluarga dan anak. Hingga pada akhirnya saya sadar saya ingin kembali pada sang Illahi, saya ingin kemabali pada agama saya yang dulu pernah aku peluk sejak kecil, agama yang pernah diajarkan oleh kedua orang tua saya.”

“Masuknya program penyuluhan yang dilakukan oleh PSGA-LP2M IAIN Tulungagung membantu menghidupkan semangat hidup dan kesadaran akan kepribadian bagi penghuni LAPAS Tulungaung, namun, sangat di sayangkan waktunya yang terbatas yakni satu minggu hanya sekali. Kami pihak LAPAS Tulungagung sebenarnya menginginkan jam tambahan penyuluhan, namun jam tambahan ini lebih ke pendapingan psikologis, jika pihak IAIN Tulungagung berkenan saya mewakili pihak keluaraga besar LAPAS Tulungagung akan sangat senang sekali,” Sambung, Bapak Dedi (perwakilan LAPAS Tulungagung).

Di Akhir sesi kegiatan pendampingan, yang disaksikan oleh beberapa pejabat kampus IAIN Tulungagung, Staf, Dosen dan Mahasiswa, serta pihak perwakilan dari lapas, semua Bersama-sama mengucapkan Puji Syukur kepada Allah SWT. karena telah memberikan petunjuk dan hidayahnya kepada ibu Ervina hingga pada saat ini masih bisa menghadap Kebesaran Tuhan yang maha penyayang dan maha pengasih kepada setiap insan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Oct 23, 2021