PANGGUL – Kamis (15/08/2019), Mahasiswa KKN Revolusi Mental yang ada di Desa Banjar adakan penyuluhan tentang pemanfaatan limbah sabut kelapa.

Sabut kelapa di Desa Banjar masih dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan sapu dan keset. Industri pengelolanya pun hanya terdapat satu, yaitu milik Bapak Imam Khudori yang ada di Dusun Sambeng.

Acara yang bertemakan “Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Menjadi Pupuk Kompos” dengan bertajuk Indonesia Mandiri ini menjadi sorotan para petani. Pasalnya, selain dapat memenuhi kebutuhan petani terhadap pupuk organik juga dikarenakan banyaknya limbah dari sabut kelapa yang terbuang sia-sia.

Produk turunan sabut kelapa terdiri dari beberapa jenis, diantaranya cocofiber dan cocopeat. Keduanya belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal sabut kelapa mengandung banyak unsur hara, antara lain kalium (K), phosphor (P), Calsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Natrium (Na) yang cocok digunakan sebagai pupuk organik.

Dengan mengundang kelompok tani, rangkaian acara pada penyuluhan ini dimulai dengan sosialisasi manfaat limbah sabut kelapa dan penjelasan singkat tentang cara membuat pupuk organik dari sabut kelapa.

Seusai sosialisasi dilanjut dengan praktik secara langsung yang dimaksudkan agar mampu meningkatkan pemahaman para peserta. Selain para peserta melihat dari dekat, mereka juga bertanya-tanya di sela-sela praktik.

Akhirnya pembuatan pupuk organik dari limbah sabut kelapa berlangsung dengan lancar. Waktu yang dibutuhkan dalam proses fermentasi kurang lebih 15 hari agar kemudian dapat diaplikasikan pada tanaman.

Sebagai demonstrasinya akan diadakan resik kali bersama salah satu RT yang ada di desa Banjar. Kemudian mengaplikasikan pupuk hasil fermentasi pada tananaman yang ada di RT tersebut. (Posko II Banjar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Thursday, Oct 17, 2019