NGERDANI, DONGKO – Dalam upaya menanggulangi masalah perekonomian di Desa Ngerdani, Devisi Ekonomi KKN IAIN Tulungagung dengan dukungan dosen pembimbing lapangan (DPL) mencanangkan program kerja yang berbasis pada pola pemberdayaan masyarakat. Salah satu tujuan dari program kerja tersebut adalah menumbuh kembangkan partisipasi masyarakat, dalam berperan aktif untuk menopang perekonomian di Desa Ngerdani.

Melihat banyak sekali potensi yang dapat dikelola, akan tetapi masyarakat kurang berperan aktif dalam pengelolahan potensi desa. Kami berinisiatif untuk bekerja sama dengan devisi ekonomi untuk memberi pelatihan kewirausahaan berupa pembuataan tempat tisu dari pelepah pisang, hal itu di karenakan banyak sekali pelepah pisang yang tidak di gunakan dan terbuang sia-sia.

Padahal jika dapat mengelola pelepah tersebut sangat bernilai jual yang tinggi. Pembuatan kerajinan dipilih karena dapat dikerjakan tidak terikat oleh waktu dan bisa kapanpun.

“Saya sangat mendukung dengan adanya pelatihan tersebut, semoga pelatihan tersebut dapat membantu mengangkat perekonomian di desa Ngerdani,” kata Kepala Desa setempat.

“Jika ingin berwirausaha harus pantang menyerah, terus belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik lagi. Tidak mungkin jika kita mencoba hal baru langsung mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar DPL IAIN Tulungagung, Saiful Bahri.

Dalam kegiatan tersebut dipandu oleh Saiful Bahri yang kebetulan memiliki bisnis properti. Dia menjelaskan mengenai pembuatan tisu dari pelepah pisang dengan sangat baik tahap demi tahap, dan beliau juga mengajarkan bagaiamana cara mengemas yang rapi agar menarik minat konsumen untuk membelinya.

Bapak kepala desa nampaknya sangat memperhatikan proses demi proses yang di sampaikan oleh narasumber. Dan masyarakatpun sangat antusias untuk dapat membelajari dan menerapkannya.

“Iki selawe ewu di sambi ngemong anak wes oleh duwet, tinimbang selawe ewu nganti boyoknen,” ucap bapak Kepala Desa sambil tertawa.

Maklum saja mata pencarian ibu-ibu adalah sebagai pembuat wadah ikan dari bambu namun hasil dari pembuatan tempat ikan tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Akhirnya proses demi proses sudah terselesaikan dan ternyata limbah yang terbuang dapat di manfaatkan dan menjadi pundi-pundi rupiah, semoga pelatihan yang diberikan dapat membantu untuk menopang perekonomian di desa ini. (Prima Kristika Candra Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Friday, Dec 13, 2019