Proses membuat Rengginang sebelum di jemur

TRENGGALEK – Salah satu produksi rengginang berlokasi di desa Wonokerto kecamatan Suruh. Para mahasiswa KKN Wonokerto yang ditempatkan di sana ikut membantu dan menjadi fasilitator dalam pengolahan rengginang yang dikelola oleh kelompok perempuan PKH-P Bhakti ini.

Kelompok yang terdiri dari sepuluh anggota ini sudah ada sejak dua tahun lalu. “Ya … karena beberapa kendala yang membuat redup jadinya kami sempat berhenti memproduksi lagi, mbak,” ujar Ana selaku ketua kelompok.  Namun, sekarang kelompok ini sudah aktif lagi dalam pengolahan rengginang.

Sedang pembina dari kelompok ini adalah kakak bu Ana yaitu Pak Winardi yang menjabat Kaur Umum di Balai Desa. Proses pembuatannya berlangsung di rumah Bu Ana. Rengginang ini memiliki label nama “RENGGINANG ISTIMEWA”. Bahan utama rengginang sendiri terbuat dari ketan. Sedang waktu yang dibutuhkan dalam memprosesnya menjadi rengginang kurang lebih tiga hari, tergantung cuaca. Karena dalam prosesnya membutuhkan penjemuran.

Rengginang yang telah di kemas

Makanan tradisional ini banyak digemari dan bisa dijumpai di acara-acara seperti pernikahan, atau hanya sekedar untuk camilan di rumah atau suguhan tamu. Kelompok perempuan PKH-P BHAKTI masih membuat satu rasa saja yaitu original. Penjualannya pun juga masih berupa mentahan.

“Rengginang ini bisa bertahan enam bulan, mbak. Tapi kalu digoreng itu sulit menjaga kerenyahannya. Kalau bentuk mentahan kan bisa digoreng kapan saja,” jelas bu Ana.

Ini menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan agar tidak hilang dan redup kembali. [Husna]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Thursday, Aug 18, 2022