Sekaligus Gelar Seminar Kewirausahaan dan Pemanfaatan Potensi Lokal

PANGGUL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Tulungagung Desa Wonocoyo Posko 2 memiliki invosi menarik dalam mengembangkan potensi desa. Mahasiswa menilai di lokasi desa itu banyak tumbuh kelapa dan kedelai. 

Dari dua tanaman itu, maka mahasiswa menyiapkan dua olahan. Yakni permen kelapa yang diberi nama “Kokan” dan produk Tahu Walik yang dinamai “Tahukung”. Produk ini diciptakan dengan melihat dari potensi lokal yang ada di wilayah Pangul yaitu kelapa dan kedelai.

Dengan melihat potensi kelapa dan kedelai yang begitu besar memberikan ide kreatif untuk menciptakan produk baru yang lebih bernilai ekonomis sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Acara seminar ini mendapatkan tanggapan yang positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Camat Panggul.

”Kegiatan ini sangat luar biasa dan produk hasil karyanya pun menarik” ujar orang nomor satu di Kecamatan Panggul tersebut.

Sementara itu, launching produk dilakukan saat mengadakan program ketiga Revolusi Mental dengan tema “ Seminar Kewirausahaan dan Pemanfaatan Potensi Lokal” yang berlokasi di Balai Desa Wonocoyo, Senin 12 Agustus 2019.

Dalam kegiatan ini narasumber dalam seminar ini adalah seorang polisi yang sukses dengan kegiatan sampingannya menjadi seorang wirausaha yakni Dedi Mahendra Sukma. Program ini turut di hadiri oleh Camat Panggul, Kepala Desa Wonocoyo, Dedi Suselo selaku DPL, Istri Kepala Desa Wonocoyo, Ibu-Ibu PKK dan Posyandu, serta Bapak dan Ibu masyarakat Karang.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Wonocoyo. Dia mengatakan, dii Desa Wonocoyo banyak sekali potensi lokal yang bisa digunakan untuk menambah penghasilan warga.

”Dengan adanya kegiatan seminar ini semoga kedepannya lebih banyak lagi ada inovasi-inovasi baru yanag bisa kita olah.”

Dedi Susulo, S.E M.M selaku Dosen Pembimbing Lapangan mengatakan, dilihat dari survei yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Wonocoyo 2 dapat diketahui bahwa potensi desa yang banyak dijumpai di Desa Wonocoyo ini adalah kelapa dan juga kedelai.

”Untuk itu para mahasiswa mencoba berinovasi dalam pembuatan suatu produk yang sudah ada yang murah dan bahan yang simpel, dengan ini semoga kegiatan seminar ini masyarakat bisa menerima dan memulai inivasi baru yang lebih lagi,” kata dia.

Pada seminar kali ini, lebih menekankan kepada bagaimana cara menumbuhkan jiwa wirausaha bagi masyarakat dan bagaimana cara memulai suatu usaha yang baik. Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Dedi terdapat 7 langkah yang harus dilakukan oleh seseorang yang akan memulai suatu usaha.

Yakni membidik potensial market yang dituju yang berupa bleeding, potential dan sleeping, membuat produk yang ngangenin, membuat tampilan yang menarik, membuat merk yang ngeTop, promosi online dan offline, pengungkit konversi dimana para pemula harus bisa mengatur strategi timing dan harga.

“Dalam memulai suatu usaha, niat adalah menjadi kunci penting dalam kesuksesan seseorang. Sebelum melakukan usaha harus ditata terkebih dahulu niatnya, yaitu harus berniat untuk mencari ridho Allah. Karena rezeki manusia sudah tertakar tidak mungkin tertukar,” ujar Dedi Mahendra. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Thursday, Aug 18, 2022