SIDOKUDUL – Mahasiswa KKN Revolusi Mental IAIN Tulungagung Posko 1 menggandeng Diskoperindagtamben Kabupaten Trenggalek selenggarakan Pengenalan dan Pelatihan Enting-Enting Jahe dengan tema “Mengenal Potensi Desa Guna Mewujudkan Sukokidul Mandiri”, Senin 12 Agustus 2019. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.30 sampai pukul 11.53 WIB di Balai Desa Sukokidul itu dihadiri oleh 30 ibu-ibu PKK.

Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil survei dan pemetaan di Desa Sukokidul bahwa rempah-rempah menjadi salah satu tanaman yang banyak dihasilkan di sini. Namun, rempah-rempah yang didapat langsung dijual mentah atau dalam bentuk kering tanpa ada pengolahan hasil pertanian yang dapat meningkatkan nilai jual.

Oleh karena itu, program ini dilaksanakan dengan harapan usai pelatihan peserta mampu memproduksi enting-enting jahe sehingga dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga dan lebih jauh lagi dapat menyerap tenaga kerja masyarakat Sukokidul.

“Saya yakin masyarakat Sukokidul lebih mengenal kondisi dan potensi desa. Jadi, diranah ini kami sebagai mahasiswa KKN hanya menjembatani dan menjadi motivator untuk ibu-ibu yang hadir tentang cara mengelola rempah-rempah yang ada di sini. Dengan tujuan agar harga jual bisa meningkat. Juga harapan kami ke depan dari hasil pelatihan ini dapat memberdayakan masyarakat desa” kata Rangga Ketua Posko 1 ketika memberi sambutan.

“KKN tahun lalu juga pernah mengadakan pelatihan semacam ini. Hanya saja, pelatihannya membuat sale pisang. Alhamdulillah dari peserta yang hadir ada satu warga yang mempraktekkan dan menjadikannya industri rumahan. Malah sekarang tidak hanya sale pisang tapi juga memproduksi kripik mbothe. Sama seperti tahun lalu, setelah pelatihan ini saya sangat berharap ada ibu-ibu yang meneruskan ilmu yang sudah diberikan dengan membentuk kelompok usaha bersama,” tutur Trimo, Kades Sukokidul.

Kades Sukokidul ini juga menambahkan untuk masalah alat, produksi, atau pelatihan lebih lanjut pemerintah desa siap memfasilitasi melalui pengalokasian dana desa untuk pemberdayaan.”

Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyuluhan yang disampikan oleh Megik Sugiharto, SH., M.Si. dari Diskoperindagtamben Kabupaten Trenggalek. Dia menyampaikan beberapa materi terkait potensi Desa Sukokidul, prospek usaha enting-enting jahe, pemasaran, dan berbagi pengalamannya dibidang pertanian dan usaha.

“Sebenarnya di Sukokidul banyak sekali potensi yang bisa dikembangkan. Tidak harus enting-enting jahe, dari jahe sendiri pun kalau ditekuni juga akan menghasilkan,” katanya ketika menyampaikan materi penyuluhan.

Proses pembuatan enting-enting jahe

Selanjutnya, pertanyaan terkait prospek enting-enting jahe diajukan oleh salah satu peserta yang hadir. Megik menambahkan, bahwa prospek enting-enting jahe di Sukokidul ini sangat baik karena masih jarang atau bahkan belum ada yang memiliki usaha enting-enting jahe di sini. Untuk pemasaran juga masih terbuka lebar asal produsen higenis terlebih kalau mau mengurus izin PIRT di puskesmas dan kecamatan.

“Kalau memproduksi enting-enting jahe, buat rasa jahenya itu terasa. Karena yang dijual dari makanan itu adalah rasa. Oleh karena itu, kalau ibu-ibu mau membuat enting-enting jahe, rasa jahenya juga harus terasa,” imbuhnya.

Selanjutnya sesi terakhir adalah praktek membuat enting-enting jahe. Fifi, Yoga, dan Yudha mahasiswa KKN-RM posko 1 menjadi fasilitator praktek membuat enting-enting jahe sekaligus menjelaskan proses yang dilalui saat membuat enting-enting jahe kepada peserta pelatihan.

Peserta pelatihan sangat antusias, semua itu tampak ketika praktek banyak pertanyaan yang dilontarkan peserta pelatihan. Selain itu, mereka juga mencatat langkah pembuatan enting-enting jahe tersebut serta mengabadikan proses pembuatan enting-enting jahe melalui gawai. Kemudian enting-enting hasil praktek dinikmati bersama sambil mendiskusikan rasa, takaran bahan, dan bentuk enting-enting. ILMA (Posko 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Nov 30, 2021