Kertosono – Seluruh siswa siswi SD Negeri 1 Kertosono dengan semangat mengikuti sosialisasi PHBS Sabtu (10/082019). PHBS sebagai langkah dalam pencegahan hepatitis A mulai sejak dini. Tepat pukul. 08.30 WIB mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental Posko 2 Desa Kertosono dengan bersemangat menyelesaikan kegiatan sosialisasi ketiga mengenai Indonesia Bersih.

Sebanyak 168 siswa siswi SDN 1 Kertosono berkumpul di aula untuk menerima materi dari Puskesmas Bodag. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya kegiatan Revolusi Mental ini ditujukan kepada para pelajar di Desa Kertosono.

Latar belakang kami mengadakan pencegahan wabah hepatitis A melalui sosialisasi PHBS di sekolah dikarenakan anak-anak menjadi perhatian penting. Dengan membiasakan diri hidup bersih dan sehat sejak dini merupakan bentuk pencegahan yang mudah untuk dilakukan terutama di usia anak-anak.

Wabah hepatitis A sudah terjadi di Pacitan untuk itu sebagai wilayah perbatasan antara Kabupaten Trenggalek dengan Kabupaten Pacitan yaitu Kecamatan Panggul untuk itu diperlukan gerakan pencegahan sejak dini. Dengan motto “mencegah lebih baik dari pada mengobati” mahasiswa KKN IAIN Tulungagung juga memberikan bantuan berupa X Banner mengenai hepatitis A dan pencegahannya.

Kepala sekolah SDN 1 KERTOSONO Dumadi menyampaikan terimakasih banyak atas diselenggarakannya sosialisasi pencegahan hepatitis A oleh mahasiswa KKN IAIN Tulungagung dan dari Puskesmas Bodag. Selain itu, menyarankan kepada anak didiknya untuk berhati-hati dengan tidak jajan sembarangan, makan makanan yang bersih dan tidak boleh sembarangan minum.

Tidak hanya hepatitis A yang dicegah tetapi membiasakan hidup bersih dan sehat sejak dini sangatlah penting. Sebelum dimulainya materi dari pihak Puskesmas Bodag mahasiswa KKN Revolusi Mental memberikan ice breaking untuk menambah semangat dan mengkondufsikan acara.

Penyampaian materi oleh Ibu Lina Yulianingtyas sebagai sanitarian di Puskesmas Bodag menjelaskan Hepatitis A merupakan peradangan yang menyerang tubuh bagian hati penyebabnya karena adanya infeksi dan virus. Virus hepatitis A biasanya masuk melalui air yang tercemar dan lingkungan yang kotor. Selanjutnya orang yang terkena hepatis A bisa menularkan virus di dalam tubuhnya melalui feses yang ia keluarkan.

Lina berharap kepada siswa siswi SDN 1 Kertosono untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta memberikan informasi pada sosialisasi hari ini kepada orang tua dan kerabat. Bentuk perilaku PHBS salah satuya adalah dengan cuci tangan sebelum dan sesudah makan serta beraktifikas sehari hari.

Dengan menunjuk masing-masing perwakilan kelas 1 sampai kelas 6 untuk maju dan mempraktekan cara cuci tangan yang baik dan benar. Dengan nyanyian serta gerakan mencuci tangan menambah suasana kelas menjadi tambah bersemangat dan menandakan bahwa siswa siswi SDN 1 KERTOSONO mudah dalam menangkap materi yang disampaikan dari pihak Puskesmas Bodag.

Hepatitis A dapat menular lewat udara yaitu melalui batuknya orang yang terkena virus hepatitis A. Selain itu, penularannya bisa lewat air yang dikonsumsi sehari-hari, makan dan minum yang belum matang, BAB sembarangan, air yang tercemar dan lingkungan yang kotor. Untuk itu, usia pertumbuhan selain membiasakan PHBS juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan empat sehat lima sempurna.

Beberapa makanan yang baik untuk usia pertumbuhan adalah hati, telur dan ikan biasa disingkat ATIKA. Serta ditambah makan sayur dan buah-buahan. Salah satu cara lain yang bisa membuat anak-anak tidak jajan sembarangan Ibu Lina menyarankan untuk sarapan pagi dan wajib membawa bekal sendiri dari rumah.

Dari pihak sekolah berharap acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN IAIN Tulungagung dapat menambah wawasan mengenai kesehatan kepada anak didiknya. Kegiatan kali ini memang berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang mengambil segmen dari pihak masyarakan Desa Kertosono. Kegiatan kali ini lebih fokus kepada Indonesia Bersih di kalangan pelajar yang bisa sedikit membawa dampak budaya bersih dan sehat sejak dini.

Tidak cukup dengan diadakan kegiatan Revolusi Mental yang ke tiga pada hari ini. Tetapi selanjutnya bapak ibu guru SDN 1 KERTOSONO juga akan memantau dan memastikan lingkungan sekolah bersih. Dan jajanan di kantin juga terhindar dari virus dan bakteri. Selain itu, adanya fasilitas wastafel atau tempat cuci tangan bisa dijadikan praktek cuci tangan yang baik dan benar dan membiasakan diri cuci tangan sebelum dan sesudah makan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Oct 23, 2021