PANGGUL – Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental IAIN Tulungagung Posko 2 Desa Wonocoyo Kecamatan Panggul menggelar sosialisasi pengelolaan limbah berbasis Reuse, Reduce, Recycle (3R) Jumat (02/08/2019). Lokasi kegiatan di Balai Desa Wonocoyo ini diikuti oleh ibu-ibu posyandu, Kepala Desa Wonocoyo.

Sosialisasi ini disambut baik oleh para peserta karena hal ini selaras dengan lomba yang sedang diikuti desa, yaitu Adipura Desa. Dengan didatangkannya Endah Setiani dari Puskesmas Panggul selaku bagian sanitasi lingkungan sebagai pemateri, ini memberikan poin penting tentang pemanfaatan limbah sampah yang merupakan salah satu aspek dalam penilaian Adipura Desa.

Sebelum pemateri memaparkan tentang pengelolaan limbah sebagai materi pokok dalam sosialisasi ini, narasumber menyampaikan tentang lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). lima pilar tersebut terdiri dari Larangan BAB sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan air minum dan makanan yang sehat, Pengelolaan sampah dengan benar, dan Mengelola limbah cair yang aman.

”Mengelola limbah cair berarti tidak boleh ada limbah air yang menggenang di sekitar rumah,” ujar Endah.

Dia mengatakan bahwa sampah meningkat disebabkan akibat jumlah penduduk yang semakin meningkat sehingga seiring berjalannya waktu sampah pun ikut mengalami peningkatan. Di mana dari peningkatan sampah tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana dan sarana pengelolahan sampah. Peningkatan sampah juga disebabkan akibat keterbatasannya lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

Dia memaparkan dari diagram Kementerian Lingkungan Hidup, sumber sampah terbesar berasal dari rumah tangga yaitu dengan persentase 45 persen.

Pergeseran dari era orde lama ke orde baru tidak hanya terjadi pada dunia perpolitikan tetapi juga terjadi pada Paradigma Pengelolaan Sampah. Adapun Paradigma Pengelolaan sampah orde lama adalah sampah – kumpul-angkut-buang, sedangkan Paradigma Pengelolaan Sampah Orde Baru adalah Reuse – Reduce – Recycle – Residu – Angkut – TPS.

Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang bisa digunakan, seperti menggunakan botol isi ulang. Reduce adalah mengurangi sampah yaitu salah satunya dengan cara tidak menggunakan plastik dalam berbelanja tetapi menggunakan tas. Recycle merupakan mendaur ulang barang yang bisa didaur ulang.

“Dari segi estetika jika banyak sampah dilingkungan kita maka tidak enak dipandang dan akan mencemari lingkungan,” kata Endah dalam pemaparannya.

Saat ini dalam pengelolaan limbah sampah, pemerintah Desa Wonocoyo merencanakan mesin pencacah sampah.

“Dimana dengan pengadaan mesin ini, diharapkan sampah yang sudah terkumpul dan dipilah akan lebih mudah dalam menjualnya yaitu sudah berupa serbuk-serbuk kecil,” kata Kepala Desa Wonocoyo dalam sambutannya.

Di akhir dalam kegiatan ini dilakukan demonstrasi atau praktik pemanfaatan limbah sampah menjadi bahan yang bernilai ekonomis dan estetis, yaitu seperti pemanfaatan botol plastik menjadi gantungan jilbab, pot bunga, tempat aksesoris, tempat peralatan tulis, dan celengan. Acara ini semakin meriah dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta.

Sriani, salah satu Kader Posyandu Desa Wonocoyo mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami selaku ibu-ibu kader posyandu, dengan ini kami dapat menerapkannya di setiap kegiatan posyandu dan ibu-ibu PKK lainnya.

“Ilmu bisa kita dapat dari berbagai arah yang terpenting kita niatkan tolabul ilmi dalam kebaikan,” tutur Sriani.

Ketua Dusun Karang, beliau mengatakan, kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat bahwasannya barang bekas yang sering kita buang, kita remehkan ternyata ada nilai dan manfaatnya, selain ada nilai jual juga bisa memotivasi ibu-ibu dirumah, mengolah sampah bisa dilakukan dirumah di jam-jam yang santai. (Posko 2 Desa Wonocoyo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

LP2M UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG

Saturday, Jan 29, 2022