BODAG – Suasana nampak beda terlihat di posko Kuliah Kerja Nyata – Revolusi Mental (KKN – RM) Bodag I Desa Bodag, Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek pada Selasa (30/07/2019).

Hal itu dikarenakan adanya latihan fisik dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribraka) gabungan siswa Se-kecamatan Panggul. Sedangkan tim pelatih sendiri berasal dari Komando Rayon Militer (Koramil) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Panggul.

Posko Bodag I kebetulan bertempat di Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman, sehingga memang sering kedatangan pengunjung, baik yang bermaksud mengenang sejarah ataupun sekadar mengisi waktu luang untuk jalan-jalan.

Menurut Yanto, salah satu pelatih, pemilihan lokasi latihan pada Rumah Peristirahatan Jendral Sudirman bukan suatu kebetulan, akan tetapi dikarenaka adanya halaman yang luas serta suasana asri yang berdekatan dengan persawahan dan pegunungan.

Latihan yang berlangsung selama dua jam tersebut, dimaksudkan sebagai bagian persiapan Tim Paskibraka untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang.

“Ini memang kita peruntukkan pada (upacara) 17 Agustus,” tutur Yanto.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa latihan ini merupakan latihan yang pertama kali dari beberapa latihan yang akan dijalani Tim Paskibraka.

Yanto berharap dengan diadakannya latihan Paskibraka di Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman ini, para peserta dapat berlatih dengan gigih dan dapat meneladani perjuangan seorang Jenderal Sudirman.

“Tentunya saya secara pribadi ingin siswa dapat gigih berlatih layaknya Jenderal Sudirman dan mencontoh tentang sikap-sikap beliau,” ucap Yanto.

Ditemui di lokasi yang sama, Rama, salah seorang anggota Paskibraka, merasa mendapat kehormatan tersendiri bisa berlatih di Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman.

“Suatu kehormatan tersendiri bagi saya bisa (latihan) di sini,” ujar dia.

Siswa kelas tiga SMA tersebut, juga mengatakan bahwa sudah berulang kali ia mengunjungi Rumah bersejarah itu, namun ia tidak pernah merasa bosan datang untuk datang kembali.

Hal yang sama juga dituturkan oleh anggota Paskibraka lainnya, Rizal, ia mengaku sering datang ke Rumah Peristirahatan, baik ketika ada tugas dari sekolah ataupun sekadar jalan-jalan.

“Sering ke petilasan mas, kadang ada tugas, kadang jalan-jalan,”kata Rizal.

Sementara itu, Saiful Fadli, anggota Posko Bodag 1, merasa bangga posko Bodag 1 bisa dijadikan tempat latihan Tim Paskibraka se-kecamatan Panggul.

“Bangga dong jelasnya, jarang-jarang posko lain seperti kita,” terangnya. 

Dia menuturkan memang sering Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman didatangi para siswa. Pria yang akrab disapa Sipil itu berpendapat sudah seharusnya Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman dijadikan kegiatan sekolah agar siswa sedikit banyak tahu tentang perjuangan Seorang Jenderal Sudirman.

Rumah peristirahatan Jenderal Sudirman berada di Dusun Krajan, Desa Bodag, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trengggalek. Pemilik rumah ini adalah pasangan suami istri yang bernama Mohammad Ngabdi dan Jamilatun.

Jenderal Sudirman pernah singgah beberapa hari di Rumah ini, tepatnya pada 13 April sampai 15 April 1949. Dikutip okezone.com rumah ini merupakan salah satu dari banyak rumah yang disinggahi oleh Jenderal Sudirmal dalam siasat melawan Agresi Militer Belanda. Saat itu, ia dalam keadaan sakit, namun ia tetap teguh memimpin jalannya perang mengusir penjajah.

Menurut Joko, salah seorang keturunan Moh. Ngabdi, rumah ini sekarang dialihfungsikan oleh keluarga sebagai rumah sejarah yang secara terbuka boleh dikunjungi masyarakat.

Dalam keterangan lanjutnya, walaupun sudah dijadikan rumah bersejarah, akan tetapi pemerintah baru-baru ini memperhatikannya, yang artinya tahun-tahun yang lalu secara pengelolaan pihak keluarga yang bertanggung jawab.

“Baru-baru ini kalau pemerintah, kalau sebelumnya pihak keluarga yang ngelola,” ungkapnya.

Joko juga menuturkan bahwa sebelum-sebelumnya Rumah Peristirahatan Jenderal Sudirman sudah sering dijadikan tempat berkegiatan institusi pemerintah dan masyarakat seperti pada peringatan Hari Bhayangkara Juli silam.

Dia menginginkan pemerintah terus mendukung dan memperhatikan situs rumah bersejarah ini. Sehingga, Peristirahatan Jenderal Sudirman dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk studi sejarah, penelitian atau juga pilihan wisata.

“Kami dari keluarga mempersilahkan masyarakat secara terbuka untuk menggunakannya,” imbuh Joko. (Syamsul/Aam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Saturday, Oct 23, 2021