PANGGUL – Mahasiswa KKN IAIN Tulungagung Posko 1 bersilaturahim dari rumah ke rumah masyarakat sekitar lingkungan posko. Khususnya Dusun Bangunsari. Sebelum kegiatan dimulai seluruh mahasiswa berdoa bersama terlebih dahulu.

Kegiatan di mulai pada pukul 08.00 WIB karena keterbatasan waktu dan juga jarak yang lumayan jauh maka kegiatan berakhir hingga pukul 12.00 WIB. Namun, sayangnya masih banyak rumah warga yang belum di temui dikarenakan kosong atau tidak ada orang.

Menurut salah satu warga dusun Bangunsari rata-rata masyarakatnya pada pukul 08.00 WIB s.d 11.00 WIB tidak ada di rumah di karenakan bekerja baik berkebun maupun bertani. Selama berkunjung dari satu rumah ke rumah lain banyak cerita yang didapat.

Salah satunya adalah cerita seorang ibu yang memiliki putri prematur dengan keterbelakangan mental, tetapi masih tetap semangat dan juga bersabar untuk mendampingi putrinya yang membutuhkan tindakan khusus. Kini anaknya berusia 17 tahun, telah selesai menempuh pendidikan sekolah menengah pertama (SMP Panggul).

Karena di Desa Besuki belum terdapat lembaga pendidikan disabilitas atau dikenal dengan SLB (Sekolah Luar Biasa) maka beliau rela antar jemput anaknya untuk menempuh pendidikan dengan jarak yang cukup jauh.

Kami mahasiswa KKN di Dusun Bangusari tersentuh mendengar cerita sang ibu yang berkorban demi anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, kami berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan lagi daerah daerah yang sulit dijangkau. Harapan lainnya yakni ada lembaga pendidikan untuk kaum disabilitas di daerah Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.

Selain ke rumah warga, peserta KKN juga melakukan survei dan observasi di berbagai lembaga. Seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, dan lembaga ekonomi.

Kami berkunjung ke PAUD “Permata Bunda” di sana bertemu dengan guru PAUD, Tatik. Tatik mengatakan pembelajaran di PAUD ini berlangsung selama lima hari dalam seminggu, kondisi PAUD lumayan baik dengan dua ruang kelas dan satu ruang guru.

Kami dari mahasiswa KKN datang dan bermaksud untuk membantu belajar mengajar di PAUD tersebut 2 kali dalam seminggu. Setelah mengetahui ruangan kelas di PAUD kami berinisiatif untuk membuat hiasan dan mainan untuk meramaikan ruang kelas PAUD.

Setelah itu, dilanjutkan ke SDN 3 Besuki, di sana kami disambut dengan baik dan cukup ramah, siswa-siswanya juga antusias menyambut kedatangan para mahasiswa KKN. Kami pun berbincang-bincang dengan kepala sekolah beserta guru SDN 3 Besuki.

Jumlah guru pengajar di SDN 3 Besuki ini ada 9, dengan itu kami dimintai tolong untuk membantu dalam proses pembelajaran olahraga seperti senam, Pramuka, kegiatan keagamaan seperti baca tulis al-qur’an dan praktik sholat, kita juga dimintai tolong untuk melatih baris-berbaris untuk memperingati Hari kemerdekaan 17 Agustus.

Selanjutnya, di lembaga kesehatan mahasiswa KKN berkunjung ke Polkendes. Di sana bertemu dengan bidan Dita. Kami berbincang mengenai Posyandu, senam dan program kesehatan yang akan dilakukan oleh mahasiswa KKN. Rencananya akan melaksanakan progam kesehatan gigi dan mulut berserta cuci tangan, yang nantinya akan kerjasama dengan pihak puskesmas dari Panggul. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Nov 30, 2021