TRENGGALEK – Usai dilepas secara resmi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, peserta KKN gelombang II IAIN Tulungagung langsung tancap gas. Salah satunya menggelar serah terima dari pihak kampus ke kecamatan yang menjadi lokasi KKN. Serah terima digelar Senin (22/07/2019) berjalan khidmat.

KKN Revolusi Mental digelar di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Pule dan Panggul Kabupaten Trenggalek. Di Kecamatan Pule Wakil Rektor III, Dr. Abad Badruzzaman M.Ag menjadi wakil dari kampus menyerahkan 196 mahasiswa. Sedangkan, di Kecamatan Panggul diwakili Ketua LP2M Dr. Ngainun Naim, M.H.I menyerahkan 315 mahasiswa.

Abad dalam sambutannya mengatakan program KKN ini terdiri dari berbagai macam. Salah satunya KKN Revolusi Mental yang digelar di Trenggalek. Dia menuturkan KKN ini bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

“Tidak semua IAIN di Indonesia ini mendapat program KKN Revolusi Mental. Alhamdulillah, kali pertama IAIN Tulungagung menjadi peserta KKN ini langsung menyabet juara 1 nasional bidang pengelolaan administrasi dan pelaporan serta KKN literasi mahasiswa dari 38 universitas,” kata dia saat memberikan sambutan di pendopo Kecamatan Pule.

Pria asal Jawa Barat ini berharap pihak kecamatan ataupun desa untuk tidak segan mendidik, mengajari, dan membina mahasiswa peserta KKN.

“Anggap saja mereka ini anak sendiri,” terang dia.

Namun, lanjut Abad, jika ada yang melanggar aturan norma agama, pihaknya menyerahkan kepada desa untuk meluruskan.

“Baik-baiklah terhadap masyarakat. Kalian akan menjumpai indahnya ajaran agama dan norma bermasyarakat. Junjung tinggi tata krama dan budaya setempat,” ujarnya.

Perwakilan peserta KKN di Kecamatan Pule foto bersama dengan forkopimcam dan wakil rektor III IAIN Tulungagung.

Abad meminta agar ada ide-ide brilian dari para mahasiswa. Sebab, karakter sarjana itu salah satunya berpikir revolusioner. Maju melebihi jamannya.

“Ide-ide itu tawarkan ke pemangku pemerintahan setempat. Pemangku kebijakan akan terbuka dengan lapang dada,” pesannya.

Sementara itu, Camat Pule Joko Susanto mengaku berterimakasih atas dipilihnya Pule sebagai tempat KKN.

“Semoga ini menjadi kebaikan untuk masyarakat Pule,” kata dia.

Pria yang rambutnya mulai memutih itu menuturkan adanya KKN akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Apalagi, dengan adanya KKN Revolusi Mental ini harapannya membawa berubahan mental pada masyarakat.

“Semoga dapat menebar virus kebaikan,” katanya.

Joko meminta saat KKN tahun depan bukan hanya tujuh desa saja yang ditempati. Melainkan, semua desa bisa merata untuk menjadi lokasi KKN.

“Mohon empat desa yang lain juga menjadi prioritas. Agar merata,” pinta dia.

Kegiatan serah terima ini dihadiri para kades, perwakilan dari Polsek dan Koramil. Serta, dari KUA setempat. (aam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
LP2M

IAIN Tulungagung

Tuesday, Nov 30, 2021